Jika kita menunggu untuk menjumpai kesempatan yang akan kita jumpai kembali sangat amat tidang mungkin. Mungkin anda pernah berfikir untuk sedekah jika anda sudah mampu dana punya. Oh... Ternyata tidak bisa.
Dalam hati anda berfikir untuk infakkan berapa rupiah untuk anda masukan kedalam kotak amal yang berada dimasjid. Tetapi anda membaginya separuh untuk membeli minuman ataua rokok. Kita gak tau sisa separuh tadi apakah bisa kita masukan kekotak amal atau malah untuk belanja yang lain.
Kesempatan belum anda jumpai. Pernah Anda berfikir untuk sholat jum'at, tapi Anda berfikir untuk menundanya. Kita berfikir ada kesempatan untuk jum'at berikutnya. Sampi jum'at depan, berubal lagi. Tidak bisa untuk melakukannya. Terus sampai kapan untuk bisa sempat, dan menyempatkan.
Menunda kesempatan akan menjadi diri kita merasa bersalah sepanjang hidup. Anda pernah merasa bersalah dalam hidup Anda, ketika berhenti di lampu merah. Melihat pintu mobil yang kurang rapat ditutup oleh sang pemilik mobil. Tepat di samping Anda tetapi Anda diam saja. Yang kemungkinan dapat membahakan yang berada didalam mobil.
Anada pernah merasa bersalah melalaikan kesempatan yang ada di depan mata Anda.Melihat seorang nenek yang tiap harinya menjual sayur dan kue, berangkat subuh dan pulang pagi jam tujuh. Menjual dari desa ke desa sebelah, menggunakan sepeda yang tidak begitu bagus.
Tepat di atas bukit, karena jalanan mendaki. Rantai sepeda Nenek lepas dari girnya, berapa pasang mata melihat dan mengabaikannya. Termasuk saya.itu adalah kesempatan berbuat baik tapi apa yang dilakukan oleh orang dan orang itu termasuk saya????!. Tidak ada yang berbuat baik, itu suatu kebodohan yang pernah saya lakukan.
Bisakah kita membuat kesempatan? Bahkan kita sadar bahwa itu adalah kesempatan kita untuk berbuat baik.
Apalagi kesempatan yang setiap minggu hanya sekali yaitu sholat jum'at. Jika kita hanya mengikuti niat, kadang kita lupa dengan niat. Kadang ada niat tapu beralasan dengan keadaan yang tidak mendukung, baju kotor celana kotor dansebagainya.
Lakukan sekarang! Sekarang dan langsung melakukan.
Jika hanya menunggu kita sempat, bisakah kita membuat kesempatan itu.
Semoga kita orang yang selalu mempunyai kesempatan. Betapa pun sibuknya kita, selau sadar bahwa kita harus berbuat baik untuk menyimpan sebagai tabung amal kita. Dan selau berguna untuk orang lain.
Hal yang kita niatkan saja belum tentu terlaksana. Dimana ada kesempatan disitu kita langsung melakukan. Karena penyesalan yang di akhir tidak ada artinya.
Jika kita masih di beri kesempatan, untuk membahagiakan keluarga kita, jangan sampai melewatkan. Banyak sekali kesempatan yang baik yang selalu hadir dalam kehidupan kita.
Semoga kita menjadi orang yang selalu melihat kebaikan, selalu dapat menyikapi setiap kesempatan berbuat baik. Aamiin.



